Custom Search
Link

Friday, October 14, 2016

PARA PENAKLUK JIN (BAHAGIAN 10)

JH Alifulhaq Terapi Alif

Sekarang sedang ramai kasus penggandaan uang. Banyak komentar dan tanggapan tentang hal ini. Tanggapan dan komentar tadi  dari sisi spiritual saya tidak menemukan yang akurat, para penakluk jin tidak mau komentar karena bisa membongkar praktek mereka sendiri, tetapi yang banyak ditemukan di masyarakat adalah penipu, bukan mereka yang benar2 punya kemampuan menggandakan uang. Bagi para penakluk jin level menengah dan level tinggi, penggandaan uang adalah suatu perkara mudah kalau mereka mau lakukan, bentuk penggandaan dari informasi yang saya tahu seperti  berikut:

Dasar penggandaan uang ini adalah murni sihir. Misalnya uang 10.000 rupiah bisa jadi seratus ribu rupiah. Tetapi itu tidak bisa permanen, paling hanya berlangsung satu jam, nanti akan kembali lagi jadi 10.000 setelah satu jam. Jadi dalam jangka waktu satu jam, uang yang digandakan hasil kerja sihir tadi harus sudah habis dibelanjakan. Ini pekerjaan jin dengan spesifikasi tadi. Tetapi kebanyakan penakluk jin tidak mau melakukan ini karena perbuatan ini murni kejahatan berupa penipuan. Mereka tahu bahwa harta yang dihasilkan dengan cara ini akan membawa malapetaka buat dia dan keturunannya. Itu konsekwensi yang harus ditanggungnya, konsekwensi yang menjadi suatu kepastian. Ada juga yang bisa menghindari konsekwensi ini misalnya dengan membayar pakai tumbal, jiwa manusia biasanya yang dijadikan tumbal, tetapi dia tidak bisa lepas sepenuhnya dari bencana dalam hidupnya, dia tetap akan kena.

Di masyarakat kita, para penakluk jin level sedang dan level tinggi dihargai dan disegani banyak orang karena dianggap punya kelebihan, punya kekuatan supranatural. Umumnya penakluk jin kelompok ini membuka praktek, melayani kliennya dalam berbagai bidang dan urusan, misalnya bisnis, jodoh, jabatan, kekuatan dan kekuasaan, daya tarik, pengobatan dan sebagainya. Tetapi sejumlah penakluk jin kelompok ini tidak buka praktek karena apa yang mereka miliki untuk keperluan sendiri.

Apa yang dilakukan oleh para penakluk jin ini di dimensi lain atau di alam jin dan syetan dalam memenuhi hajad kliennya. Misalnya dalam bidang bisnis, kliennya minta agar dia yang paling unggul dalam bisnisnya. Biasanya penakluk jin menempatkan sejumlah jin atau Iblis di semua lawan bisnis kliennya agar bisnis lawannya terganggu atau bangkrut. Pada kliennya diberi jin pendamping yang sanggup menarik dan memengaruhi siapapun agar datang dan berbisnis dengan dia.

Contoh kasusnya, seorang ibu pemilik sebuah warung makan dipinggir jalan, tiba2 warungnya sepi setelah ada yang buka warung makan di seberang jalan depan warungnya, padahal sebelumnya warung makannya sangat ramai. Hal ini berlangsung selama enam bulan, si ibu mulai merasakan sakit yang sangat mengganggu di sejumlah bahagian tubuhnya. Si ibu datang ke saya awalnya minta tolong untuk diobati sakitnya. Rasa sakitnya hilang seketika. Seminggu kemudian, si ibu datang lagi, laporan ke saya bahwa warung makannya ramai lagi seperti sebelumnya, sementara warung makan di seberang jalan tiba2 jadi sepi. Jadi tanpa saya sadari, saya usir syetan yang membuat si ibu sakit, rupanya syetan itu juga yang menghalangi bisnis si ibu.

Tidak ada yang bisa menolong dan melindungi kita dari segala bentuk kejahatan, termasuk kejahatan yang sangat tersembunyi kecuali Allah Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana. Maha Suci Allah Rabb Semesta Alam Yang Maha Belas Kasih. (bersambung)

MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS

SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA




Thursday, October 13, 2016

PARA PENAKLUK JIN (BAHAGIAN 9)

JH Alifulhaq Terapi Alif

Umumnya para penakluk jin level menengah dan level tinggi, serakah akan kekuasaan dan kekuatan spiritual. Tidak heranlah mereka terus berusaha menaklukkan jin dan atau Iblis sebanyak mungkin yang mereka bisa lakukan. Pemahaman mereka semakin banyak yang bisa mereka taklukkan, semakin hebat kekuatan spiritual mereka. Ada juga yang meyakini bahwa apa yang mereka lakukan adalah suatu yang wajar sebagai khalifah di muka bumi, padahal yang menundukkan jin dan atau Iblis tadi adalah jin dan Iblis yang menjadi qarin mereka, bukan mereka sendiri. Mereka diperalat oleh jin dan atau Iblis, karena kekuatan dan kekuasaan yang sebenarnya berada di tangan jin dan Iblis yang menjadi qarinnya, pada hakekatnya mereka adalah budak jin dan atau Iblis.

Tetapi kebanyakan diantara mereka tidak sadar bahwa semakin banyak jin dan Iblis yang mereka taklukkan semakin banyak juga bayaran mereka pada jin atau Iblis. Bayarannya tidak lain adalah jiwa2 sekunder mereka yang menjadi milik jin dan atau Iblis sampai diakhirat kelak. Padahal seharusnya yang bernar bahwa jiwa2 sekunder itu berada disisi Allah Ta'ala dan menjadi milik Allah Ta'ala sebagai Rabbnya.

Bagi para penakluk jin level menengah dan level tinggi, manusia lain yang tidak dalam perlindungan Allah Ta'ala adalah makanan yang sangat empuk kalau mereka menginginkan atau membutuhkannya, misalnya mengambil jiwa2 sasarannya untuk menarik rezeki, untuk menambah kekuatan, untuk tumbal, untuk budak dan sebagainya.

Sebaliknya akan terjadi malapetaka bagi mereka apabila berurusan dengan orang2 yang lebih tinggi levelnya atau lebih kuat dari mereka. Boleh dikatakan, tamat riwayat mereka kecuali Allah Ta'ala berkehendak lain atau lawan mereka memaafkan mereka.

Dari pengamatan saya di alam jin dan syetan atau dimensi lain, para penakluk jin level menengah dan level tinggi ini punya sistem pertahanan yang berlapis-lapis, bisa ratusan dan ribuan lapisan yang mereka pasang sebagai pertahanan, sehingga sangat sulit untuk mengalahkan mereka. Kalaupun bisa mengalahkan mereka, butuh waktu yang cukup lama, terutama bagi mereka yang punya kekuatan sebanding atau selisihnya tidak seberapa.

Berbeda dengan para penakluk jin yang sangat tinggi levelnya yang bisa membaca secara detail tentang lawannya sejak masa lalunya sampai ke masa depannya sangat gampang menundukkan lawan yang levelnya berada dibawah mereka. Seringkali lawan yang mereka bisa kalahkan dengan mudah tersebut tidak dibinasakan, tetapi dimanfaatkan segala potensi yang dimiliki lawannya tadi untuk kepentingannya, misalnya jiwa2 sekunder dijadikan tumbal, jin dan Iblis serta jiwanya yang kuat dijadikan balatentaranya atau budaknya.

Apa yang terjadi di dimensi lain, di dimensi dimana jiwa2 sekunder manusia, jiwa2 sekunder jin dan Iblis dan jiwa2 makhluk lainnya berinteraksi, sangat mengerikan untuk disaksikan, apapun dan siapapun saling memakan dengan cara2 yang sangat keji dan biadab sekalipun.

Kalau bukan karena belas kasih Allah Ta'ala yang senantiasa melindungi hamba2Nya yang dikehendakiNya, betapa sengsaranya kehidupan hamba2nya di muka bumi ini..

Maha Suci Allah Rabb Semesta Alam (bersambung)

MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS

SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA

Wednesday, October 12, 2016

PARA PENAKLUK JIN (BAHAGIAN 8)

JH Alifulhaq Terapi Alif

Pembahasan saya tentang PARA PENAKLUK JIN seri tulisan yang ini dan tulisan2 sebelumnya adalah mereka yang melakukan koloborasi dengan jin dan atau Iblis, baik sadar atau tidak sadar, sengaja atau tidak, tahu atau tidak tahu. Mereka yang tidak melakukan kolaborasi dengan Jin dan atau Iblis, belum masuk dalam pembahasan saya saat ini atau yang akan datang.
Mengenai para penakluk jin yang tidak berkolaborasi dengan jin dan atau Iblis, saya belum berani memastikan, apakah saya beberkan juga, kita lihat saja nanti.

Para penakluk jin level menengah dan level tinggi adalah mereka yang punya bakat dan punya kekuatan spiritual yang baik, dilengkapi dengan minat yang cukup besar terhadap dunia spiritual. Makin bagus bakat dan kekuatan spiritual seseorang makin banyak dan makin tinggi level jin dan Iblis yang mau berkolaborasi dengan yang bersangkutan tanpa diundang, tanpa diminta untuk jadi qarinnya yang senantiasa menemani dan membantunya setiap saat dalam dunia spiritual. Untuk mengundang jin dan atau Iblis yang lebih tinggi levelnya dari para Qarinnya, dia dituntut untuk melakukan ritual2 khusus dalam rangka mengundang mereka untuk jadi qarinnya.

Tetapi hal ini tidak berlaku bagi jin dan Iblis yang sangat tinggi levelnya seperti Iblis Tua (menjerumuskan Adam Hawa keluar dari surga), Raja Iblis (yang memimpin Imperium Iblis), tokoh2 Iblis dan Jin lain yang menempati level sangat tinggi. Iblis dan Jin pada level sangat tinggi ini butuh persyaratan yang sangat sulit bagi seorang anak manusia untuk bisa berkoborasi dengan mereka. Diantara persyaratan tersebut, manusia yang bisa berkolaborasi dengan mereka adalah manusia yang memiliki kekuatan spiritual yang luar biasa, langka dan sangat jarang dimiliki oleh manusia lainnya. Disamping itu manusia tersebut teruji dalam melaksanakan ritual2 yang sangat berat secara benar dan baik. Syarat lainnya adalah manusia tersebut harus menunjukkan kesetiaan dan kepatuhan yang luar biasa pada jin atau Iblis yang akan menjadi qarinnya. Tidak ada apapun yang ada dalam kehidupannya yang paling dia patuhi dan setia kecuali qarinnya tadi. Hal ini dibuktikan dalam bentuk segala perilaku baik dhohir maupun bathin dalam kesehariannya.

Mungkin anda bertanya, apa sih kehebatan PARA PENAKLUK JIN kelompok ini. Untuk memudahkan pemahaman, misalnya kalau dukun santet, sihir atau teluh, mereka hanya melakukan ritual agar jin yang ditundukkannya menyakiti manusia yang menjadi sasarannya, misalnya si Fulan. Jin yang disuruh dukun ini akan mencari jalannya sendiri, bagaimana cara menyakiti si Fulan sesuai order sang dukun.

Para penakluk jin kelompok ini berbeda caranya. Biasanya mereka membaca dulu sisi spiritual si Fulan, terutama lubang masuk untuk mengerjai si Fulan. Lubang masuk ini berupa syetan2 si Fulan yang dihasilkan dari dosa dan keselahannya. Lubang masuk itu bisa juga berupa hasil kejahatan spiritual orang lain pada si Fulan yang masih melekat padanya. Setelah membaca semua sisi spiritual si Fulan, maka mereka tinggal  menugaskan jin2 yang ditaklukkannya, jin yang tepat untuk tugas yang tepat demi memenuhi hajadnya terhadap si Fulan. Kelompok ini sangat akurat dalam melakukan pekerjaan semacam ini dan jarang sekali yang gagal.

Apa yang saya ungkapkan diatas adalah fakta yang saya temui di alam jin, alam syetan atau yang saya sebut dimensi lain. Hanya perlindungan dan pemeliharaan Allah Ta'ala Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana yang bisa membentengi diri kita dari kejahatan semacam ini. Beruntunglah anda yang senantiasa memohon ampun dan mohon perlindungan pada Allah Ta'ala.

Maha Suci Allah Rabb Semesta Alam Yang Maha Belas Kasih, tempat aku senantiasa memohon perlindungan dan pemeliharaan dari segala bentuk kejahatan. (bersambung)

MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS

SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA

Sunday, October 09, 2016

PARA PENAKLUK JIN (BAHAGIAN 7)

JH Alifulhaq Terapi Alif

Sudah agak lama juga saya absen, tidak melanjutkan tulisan tentang PARA PENAKLUK JIN. Ada saja kesibukan yang membuat saya tidak sempat nulis, terutama kesibukan yang berkaitan dengan dimensi lain, atau saya sebut dunia tak berujung, alam jiwa, alam jin, alam syetan atau alam spiritual atau apa saja yang dinamakan orang.

Pada tulisan2 sebelumnya, para panakluk jin yang saya bahas adalah mereka yang berada di level rendah. Pada tulisan2 berikutnya saya akan masuk pada para penakluk jin yang level menengah sampai level tinggi. Mereka yang berada di level ini rata2 mengetahui seluk beluk tentang jin, Iblis dan syetan beserta alam tempat mereka hidup, interaksinya dengan makhluk lain terutama manusia serta segala aspek tentang mereka.

Pengetahuan kelompok ini tentang jin, Iblis dan syetan, kebanyakan mereka belajar dari guru2 mereka, ada juga yang dibukakan atau diajarkan oleh qarin mereka. Biasanya mereka yang diajarkan oleh qarin adalah mereka yang mereka yang bisa melihat alam jin dan syetan bawaan lahir dan punya ketertarikan dan kemauan yang sangat kuat untuk menggeluti alam jin dan syetan. Kelompok ini masuk dalam kategori para penakluk jin yang berkolaborasi dengan jin dan atau Iblis baik sadar maupun tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja, tahu atau tidak tahu.

Atas dasar pengajaran guru atau qarinnya, mereka bisa secara akurat menaklukkan jin atau Iblis ini dan itu dengan banyak sekali ragam cara. Dalam suatu agama atau kepercayaan banyak sekali ragamnya. Kenapa bisa banayak ragam dan caranya karena suku bangsa jin itu banyak sekali, belum lagi kelompok2 jin atau kelompok2 Iblis yang berdiri sendiri2 tidak terikat dengan suku bangsanya dan sangat banyak jumlah. Ada juga jin atau Iblis penyendiri yang tidak terikat dengan kelompok atau suku bangsanya. Setiap suku bangsa jin, kelompok2 jin, kelompok2 Iblis, individu jin dan individu Iblis masing2 butuh syarat dan tatacara tersendiri untuk menaklukkannya.

Para penakluk jin kelompok ini tahu persis secara detail makna dan tujuan dibalik semua ritual yang dilakukan. Mereka tahu secara tepat apa yang terjadi di alam jin begitu mereka melaksanakan ritual untuk menakluk jin atau Iblis tertentu yang ditujukannya. Mereka juga tahu bagaimana memerintahkan atau menugaskan jin yang mereka tundukkan sesuai dengan spesifikasi jin tersebut. Tetapi kebanyakan diantara mereka tidak tahu satu hal yaitu JIWA2 SEKUNDER MEREKA MENJADI MILIK JIN ATAU IBLIS yang menolon mereka untuk menaklukkan jin atau Iblis yang mereka kehendaki. Artinya mereka tidak tahu kalau menundukkan jin dengan cara seperti itu bayarannya adalah jiwa2 sekunder mereka yang akan menjadi milik jin atau Iblis yang menolongnya.

Maha Suci Allah Rabb Semesta Allam, Rabb Yang Maha Belas Kasih yang senantiasa membimbing hamba2Nya yang sangat mendambakan jalan lurus disisiNya (bersambung)

MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS

SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA

Friday, September 30, 2016

PARA PENAKLUK JIN (BAHAGIAN 6)

JH Alifulhaq Terapi Alif

Pada seri tulisan saya sebelumnya sudah saya singgung bahwa proses penjarahan jiwa anak manusia oleh jin tidak sesederhana seperti yang saya beberkan. Dalam kenyataannya sangat mengerikan.

Prosesnya banyak sekali ragamnya. Umumnya seperti kasus si A pada tulisan saya PARA PENAKLUK JIN (BAHAGIAN 5), 900 jiwa sekunder A tidak gampang dijarah oleh jin. Jin yang ingin menjarah tidak punya pintu masuk atau akses langsung ke 900 jiwa sekunder si A. Penakluk jin yang bisa lihat alam jin atau yang tidak bisa lihat alam jin (biasanya dibisiki atau diberi tahu oleh qarinnya) tahu tentang hal ini, sehingga dia membutuhkan jin lain untuk membuka akses pada jiwa2 sekunder si A karena jin penarik rezeki tidak bisa melakukannya, spesifikasinya tidak pas untuk dia. Penakluk jin harus tahu dulu baagian mana dari jiwa sekunder si A yang bisa dijadikan pintu masuk, umumnya jiwa2 sekunder yang dihasilkan dari kesalahan2 atau dosa yang dilakukan oleh si A. Jiwa2 sekunder si A yang dihasilkan dari kesalahan dan dosa ini sudah dikuasai oleh jin lain atau Iblis, maka penakluk jin ini harus bekerjasama dengan jin atau Iblis tadi. Caranya tidak lain, buat sajen dan ritual lain lagi untuk jin atau Iblis tadi sesuai dengan syarat dan permintaan pihak jin Iblis yang dituju.

Proses berikutnya yang saya sebut sangat mengerikan. Jiwa2 sekunder si A dikuras habis2an dengan segala macam cara, tetap melalui tempat akses tadi. Biasanya jiwa2 yang telah berhasil diambil disiksa habis2an agar si A jadi lemah untuk memudahkan menjarah jiwa2 sekunder si A. Siksaannya macam2, jiwa sekunder si A yang berhasil dijarah tadi dicambuk, dirantai, dibakar, dipasung, dipaku, diperkosa dan segala macam kesadisan dan kekejian siksaan untuk melemahkan si A. Kalau Allah Ta'ala mengijinkan, maka siksaan ini membuat si A mati, sakit, hidupnya terus sengsara, susah, melarat dan sebagainya meskipun dia telah berjuang dan berusaha dengan keras untuk survive. Kalau Allah Ta'ala mengijinkan, maka penakluk jin tadi tidak hanya mendapatkan 900 jiwa sekunder si A, sisa yang 100 yang telah diaktifkan si A bisa dijarahnya juga.

Mungkin diantara anda ada yang bertanya, apakah penakluk jin tahu proses ini. Saya jawab ada yang tahu dan ada yang tidak tahu. Umumnya mereka yang tidak tahu adalah orang2 yang datang ke orang yang melayani permintaan untuk mendapatkan rezeki yang banyak. Tetapi mereka yang tidak tahu ini harus menjalankan ritual dan syariat tertentu. Adakalanya mereka diberi tahu bahwa rezeki yang bisa dia tarik dari si B, C, D dan sebagainya, sehingga dia harus melakukan syariat khusus yang ditujukan kepada si B, C dan D. Syariat tersebut dianatarnya pinjam uang pada sasaran, atau kasih uang pada saran, tukar uang, tukar pakaian, minta pakaian bekas sasaran dan sangat banyak  ragamnya.

Kasus si A yang saya beberkan ini adalah kasus sederhana, tidak rumit dan penakluk jinnyapun termasuk kategori level rendah, belum masuk kategori level menengah dan atas.

Kalau bukan karena belas kasih Allah Ta'ala yang tiada tara pada manusia, maka manusia sudah lama binasa ditangan Iblis dan jin.

Maha Suci Allah Rabb Semesta Alam. Aku berlindung padaNya dari segala kejahatan makhluk ciptaanNya. (bersambung)

MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS

SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA


Thursday, September 29, 2016

KOMENTAR ATAS PERNYATAAN STEPHEN HAWKING TENTANG ALIEN

JH Alifulhaq Terapi Alif

Saya buat posting  topik yang satu ini atas usul teman FB saya Mat Jay pada status saya di FB, tetapi seri tulisan PARA PENAKLUK JIN insyaAllah tetap saya lanjutkan.
Sayapun browsing mencari pernyataan Stephen Hawking  tentang alien baru2 ini yang dikatakan sedang ramai di media sosial, saya membaca dan mempelajarinya dengan seksama.

Apa yang diungkapkan oleh fisikawan terkenal Stephen Hawking tentang alien sebenarnya ketinggalan jauh dari apa yang diberitakan oleh Al Qur'an dan Al Hadits. Sama halnya dengan Albert Einstein yang mengemukakan gagasannya BESARAN WAKTU RELATIF, ketiggalan jauh seribu tahun lebih dari apa yang diajarkan oleh Al Qur'an tentang BESARAN WAKTU RELATIF ini seperti saya bahas di buku saya MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA. Masalahnya, muslim belum memahami secara benar apa yang diajarkan dan diberitakan oleh Allah Ta'ala dan Rasulnya.

Stephen Hawking baru sebatas mau mencari tanda2 adanya  makhluk cerdas di kosmos/ruang angkasa, sedangkan Al Qur'an dan Al Hadits dalam pemberitaannya seribu tahun lebih yang lalu sudah memastikan adanya mahkluk lain yang memiliki kecerdasan selain manusia yaitu Malaikat dan jin.
Makhluk lain yang dikhawatirkan oleh Stephen Hawking yang mencoba menhancurkan umat manusia dan peradabannya sebagaimana manusia menghapus koloni semut, tentulah itu Iblis dan jin yang punya hasrat sangat kuat untuk itu.

Sebenarnya Stephen Hawking tidak usah jauh2 ke luar angkasa sana untuk mencari tanda2 keberadaan makhluk cerdas yang disebutnya alien, dia cukup mencari sekitar dirinya, dekat dirinya atau di tempat lain di muka bumi ini. Bagi anda yang telah mempelajari buku2 saya, tentu bisa memahami pendapat saya ini.

Saya sudah bahas secara detail tentang jin dan Iblis dengan segala aspeknya di buku2 saya. Syetan jin dan Iblis  yang bisa mengambil berbagai bentuk dan wujud penampilan mulai dari yang paling jelek, buruk, seram dan mengerikan sampai pada bentuk yang cantik, ganteng, menawan dan mememukau, menurut saya identik dengan alien yang dikhawatirkan oleh Stephen Hawking, tetapi baru sebatas berupa makhluk spiritual. Perkiraan dan prediksi saya berlandaskan fakta2 yang saya temukan di dimensi lain atau alam jin dan syetan, selangkah lagi dalam suatu proses mutasi, maka makhluk2 spiritual ini bisa mengambil wujud dan bentuk fisik seperti yang dikhawatirkan sebagai alien apabila Allah Ta'ala mengijinkannya. Mungkin juga kasus mutasi semacam ini pernah terjadi tetapi sangat langka dan boleh dikatakan tidak diketahui oleh manusia.

Prediksi saya, bisa jadi suatu saat nanti proses mutasi yang saya sebutkan diatas akan benar2 terjadi. Proses itu akan terjadi dan berhasil atas ulah manusia baik sadar maupun tidak sadar, sengaja atau tidak sengaja. Kalau prediksi saya ini memang terjadi mungkin saja akan terwujud di masa keluarnya Dajjal seperti yang diberitakan oleh Rasullah saw, Dajjal yang menghacurkan umat manusia dengan segala peradabannya, itu masa menjelang kiamat.

Dajjal atau alien ini menurut saya tetap merupakan makhluk spiritual meskipun mengambil bentuk fisik, sehingga tidak bisa dikalahkan atau dihancurkan dengan kekuatan fisik, tetapi harus dihancurkan dengan kekuatan spiritual. Mungkin pada saat keluar Dajjal kelak, manusia yang memiliki kekuatan spiritual sudah sangat langka dan boleh dikatakan sudah tidak ada sehingga tidak ada manusia yang mampu melawan Dajjal dan bala tentaranya. Seperti yang diberitakan oleh Rasulullah, pada masa keluarnya Dajjal ini, Allah Ta'ala menurunkan Malaikat untuk melindungi kota Madinah dari keganasan Dajjal, bisa jadi karena masa itu tidak ada lagi manusia yang memiliki kekuatan spiritual karena jiwa2 semua anak manusia saat itu terpuruk dalam penghambaan pada peradaban yang sifatnya materialis, tanpa mempedulikan kehidupan spiritual mereka.

Hanya Allah Yang Maha Tahu sehingga apa yang dibeberkan ini saya kembalikan padaNya.

Saya berdo'a seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw, " Aku berlindung pada Allah Rabbku, Rabb Semesta alam dari fitnah Dajjal ", agar jiwa2 sekunderku setelah aku mati tidak ada yang menjadi pengikut atau menjadi tentara Dajjal.

MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS

SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA


Wednesday, September 28, 2016

PARA PENAKLUK JIN (BAHAGIAN 5)

JH Alifulhaq Terapi Alif

Mungkin diantara anda ada yang bertanya, apa sebenarnya yang dilakukan oleh jin yang ditaklukkan ini untuk memenuhi hajad penakluknya di dimensi lain atau sering disebut di alam jin atau alam syetan. Saya jawab dengan jujur disini, SANGAT MENGERIKAN, SADIS, KEJI dan ada yang masuk kategori BIADAB. Maha Suci Allah Yang Maha Belas Kasih yang tidak membukakan penglihatan kebanyakan anak manusia pada dimensi dan alam ini. Kalau bukan karena belas kasih Allah yang menutup penglihatan manusia akan dimensi dan alam tersebut, betapa dahsyatnya penderitaan anak manusia yang melihat dan merasakan perbuatan jin terhadap jiwa2nya.

Contohnya begini, jin yang ditaklukkan oleh penakluknya spefikasinya penarik rezeki. Namanya juga penarik rezeki, dia cari mana saja rezeki dari anak manusia yang ada bisa ditariknya. Kok bisa. Saya sadar bahwa kebanyakan diantara anda tidak percaya apa yang saya ungkapkan bahwa rezeki seseorang bisa dirampas oleh pihak lain karena kebanyakan diantara anda yakin bahwa Allah Ta'ala sudah menetapkan rezeki setiap makhluqnya, termasuk setiap anak manusia, sehingga ada ungkapan yang populer, "rezeki tidak akan lari kemana-mana".

Saya menjelaskan hal diatas dengan cara yang sederhana. Misalnya Allah Ta'ala menetapkan bahwa anak manusia bernama A rezekinya nilainya 1000. Apa yang ditetapkan oleh Allah Ta'ala ini tidak datang begitu saja secara otomatis, si A harus berikhtiar untuk meraih haknya yang 1000 itu, misalnya bekerja, berdagang dan sebagainya. Rezeki si A yang 1000 itu misalnya sudah terikat dengan 1000 jiwa sekunder si A. Dalam usaha meraih haknya yang 1000 ini, si A harus mengaktifkan 1000 jiwa sekundernya dalam mencari rezeki, agar rezeki yang 1000 tadi jadi nyata dalam arti didapatkannya dalam kehidupan duniawinya.

Persoalannya timbul ketika si A tidak mampu mengaktifkan semua jiwa sekunder pemegang rezeki tadi karena berbagai sebab, terutama karena kesalahan2 tidak mematuhi ajaran Allah Ta'ala. Misalnya si A hanya mampu mengaktifkan 100 jiwa sekundernya tadi, maka jiwa sekundernya yang terikat dengan 900 nilai rezekinya bisa dizarah oleh pihak lain seperti jin penarik rezeki tadi. Artinya jiwa sekunder si A yang 900 tadi diambil oleh jin penarik rezeki untuk penakluknya, sehingga rezeki yang nilainya 900 tadi pindah ke panakluk jin penarik rezeki.

Apa yang saya gambarkan diatas sangat sederhana, tetapi dalam prakteknya di dimensi lain atau di alam jin dan syetan, sangat rumit dan sangat mengerikan, akan tiba saatnya nanti saya beberkan lebih lengkap dan detail.

Dengan fakta yang saya ungkap diatas, anda bisa memahami, kenapa Rasulullah saw memohon ampun sekian kali sehari, ada yang menyatakan 70 kali sehari ada yang menyatakan 100 kali sehari, padahal beliau sudah dipastikan oleh Allah Ta'ala diampuni semua dosa yang lalu dan yang akan datang. Kalau beliau punya kesalahan dalam satu hari, maka beliau ingin kesalahannya dihapus oleh Allah hari itu juga agar jiwa2 sekunder beliau yang dihasilkan dari kesalahan tadi tidak dijarah oleh jin atau Iblis, karena memang itu haknya syetan yang telah ditetapkan sendiri oleh Allah Ta'ala (Surah An Nisa' 118).

Maka banyak2lah mohon ampun dan mohon perlindungan pada Allah Ta'ala Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana agar hak kita tidak dijarah oleh pihak lain.

Maha Suci Allah Rabb Semesta Alam Yang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana yang senhantiasa melindungi hamba2nya yang menggantungkan diri mereka sepenuhnya pada perlindunganNya. Dia Maha Pengampun atas dosa2 hamba2Nya yang dikehendakiNya. (bersambung)

MENDIAGNOSIS PENYAKIT NONMEDIS

SEMBUH SEKETIKA BUKAN MUKJIZAT ATAU KEAJAIBAN

MEMBURU IBLIS SAMPAI KE SARANGNYA

 
Free Blog CounterEnglish German Translation